Halo, Utopians! Sebagai kreator atau pemilik brand, membuat konten yang relevan dan menarik itu wajib, nih. Tapi, strategi mana yang harus kamu pilih: mengejar tren yang sedang viral (Riding The Wave) atau mencoba menebak dan menciptakan tren di masa depan (Trend Prediction)? Dalam menyusun plan konten, kedua pendekatan ini memiliki keunggulan dan risiko masing-masing, loh. Memahami perbedaannya sangat penting agar budget dan energimu tidak terbuang sia-sia. Yuk, kita bedah perbandingannya!
1. Kecepatan vs Kedalaman (Plan Konten dalam Eksekusi)

Plan konten yang berfokus pada Riding The Wave menuntut kecepatan eksekusi yang luar biasa. Konten harus dibuat dan dipublikasikan hampir bersamaan dengan puncaknya tren. Keuntungannya adalah peluang besar untuk mendapatkan traffic dan exposure instan karena algoritma sedang ‘mendorong’ topik tersebut. Namun, kekurangannya, kontenmu mungkin terasa kurang orisinal atau mendalam karena dibuat terburu-buru.
Sebaliknya, Trend Prediction dalam plan konten membutuhkan waktu riset dan pengembangan yang lebih lama. Konten yang dihasilkan cenderung lebih dalam, lebih otoritatif, dan memiliki potensi untuk menjadi rujukan (atau evergreen). Meski exposure instan di awal mungkin tidak sebesar Riding The Wave, konten ini memiliki umur panjang dan secara perlahan membangun kredibilitas brand kamu.
2. Relevansi Jangka Pendek vs Evergreen (Fokus Plan Konten)

Dalam Riding The Wave, plan konten yang kamu buat sangat relevan dalam jangka waktu pendek, biasanya hanya beberapa hari atau minggu. Konten ini cepat basi setelah tren tersebut meredup. Contohnya adalah merespons meme atau challenge viral. Efeknya luar biasa di awal, tapi tidak akan menghasilkan traffic di bulan berikutnya.
Sedangkan, Trend Prediction berupaya menciptakan konten yang evergreen, atau setidaknya relevan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Ini adalah konten yang mengedukasi, memecahkan masalah dasar, atau memberikan panduan. Meskipun butuh waktu untuk menanjak, konten ini terus mendatangkan traffic organik dari mesin pencari dan membuat plan kontenmu lebih stabil dan berkelanjutan.
3. Risiko Rendah vs Risiko Tinggi (Impact Plan Konten)

Pendekatan Riding The Wave memiliki risiko yang relatif rendah dari sisi investasi waktu. Jika gagal, kamu hanya kehilangan sedikit waktu dan energi karena proses pembuatannya cepat. Selain itu, engagement yang didapat dari tren viral sudah pasti ada, meski impact-nya dangkal.
Namun, Trend Prediction membawa risiko yang lebih tinggi, loh. Jika prediksi trenmu salah (misalnya, kamu menghabiskan waktu seminggu untuk membuat konten tentang teknologi yang ternyata tidak diminati publik), investasi waktu dan sumber dayamu bisa hilang. Meskipun risikonya tinggi, jika Trend Prediction-mu sukses, kamu bisa menjadi pionir dan pemimpin pasar dalam topik tersebut, memberikan brand-mu otoritas yang tak ternilai.
Utopians, plan konten yang ideal adalah menggabungkan keduanya. Gunakan Riding The Wave untuk boost traffic instan dan Trend Prediction untuk membangun otoritas jangka panjang brand-mu.
Kalau kamu ingin mendapatkan tips menarik lain tentang cara menyusun plan konten yang seimbang, profitable, dan strategi digital marketing yang efektif, bisa langsung hubungi Tim Ourtale untuk konsultasi strategis, nih!
Baca Juga: