Upselling dan Cross-Selling: Pengertian, Perbedaan, dan Strategi - Ourtale Blog

April 28, 2025

Di dalam berbisnis, kamu perlu tahu istilah dan strategi untuk meningkatkan penjualan. Di dalam penjualan, ada upselling dan cross-selling, nih. Dan di artikel kali ini, Mintale akan menjelaskan pengertian, perbedaan, serta strategi upselling atau cross-selling sebagai berikut. 

1. Upselling dan Cross-Selling: Pengertian

Upselling dan Cross-Selling: Pengertian, Perbedaan, dan Strategi - Ourtale Blog
Ilustrasi Upselling serta Cross-Selling

Upselling merupakan strategi menawarkan bentuk premium dari produk yang dibeli customer. Sedangkan cross-selling adalah penawaran produk tambahan yang masih relevan dengan produk yang dibeli customer

2. Upselling dan Cross-Selling: Perbedaan

Upselling dan Cross-Selling: Pengertian, Perbedaan, dan Strategi - Ourtale Blog
Ilustrasi Upselling serta Cross-Selling

Perbedaan yang akan Mintale bahas ada beberapa hal. Pertama, terkait dengan tujuan. Upselling bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk utama, sedangkan cross-selling untuk menambah jumlah pembelian. Kedua, terkait pendekatan. Upselling menawarkan upgrade produk dengan spesifikasi dan harga yang lebih tinggi, sedangkan cross-selling menawarkan produk pelengkap. Ketiga, terkait hasil akhir. Upselling adalah brand kamu bisa menjual produk dengan spesifikasi yang lebih tinggi, sedangkan cross-selling membuat customer tak hanya membeli produk utama saja. 

Adapun contoh dari upselling adalah ketika customer mau beli ponsel dengan spesifikasi biasa, kamu bisa menawarkan ponsel dengan spesifikasi lebih baik dari segi harga dan kualitas yang dipunya. Sedangkan cross-selling, ketika customer membeli ponsel, kamu bisa menawarkan produk pendukung seperti headphone, case, atau aksesoris ponsel. 

3. Strategi

Upselling dan Cross-Selling: Pengertian, Perbedaan, dan Strategi - Ourtale Blog
Ilustrasi Upselling serta Cross-Selling

Strategi upselling pertama adalah kamu bisa menjelaskan testimoni dari produk premium yang kamu tawarkan. Kedua, kamu perlu membandingkan dengan jelas mulai dari keuntungan yang didapat hingga keunggulan produk premium kamu jika dibandingkan dengan produk awal yang ingin dibeli customer. Tapi, hal yang perlu diperhatikan adalah kamu bukan membuat produk awal menjadi tidak layak dibeli, namun kamu hanya menjelaskan bahwa dengan tambahan biaya yang tidak terlalu banyak, customer bisa mendapat keuntungan lebih yang nantinya akan membuat mereka lebih puas. Jika tujuan kamu adalah untuk meningkatkan penjualan produk premium, kamu bisa pakai strategi FOMO. Jadi, strategi FOMO ini adalah menekankan bahwa ada penawaran promo terbatas untuk pembelian produk premium.

Lalu untuk strategi cross-selling, kamu bisa memakai teknik bundling. Jadi, jika customer membeli suatu produk, mereka bisa mendapat diskon spesial jika membeli produk tambahan juga. Diskon dari pembelian tersebut akan menarik minat customer dan mereka jadi akan mempertimbangkan untuk membeli produk tambahan itu. Strategi lain adalah kamu bisa menawarkan produk yang akan menunjang kinerja produk utama yang dibeli. Contoh, jika customer membeli laptop, tawarkan mouse untuk memudahkan customer dalam mengarahkan cursor

Itulah penjelasan mengenai upselling serta cross-selling. Dua hal tersebut, memiliki fungsi untuk membuat penjualan kamu meningkat. Jadi, ketika customer membeli produk kamu, kamu bisa melakukan penawaran lain pada mereka. Jika kamu punya pertanyaan terkait dengan penjualan, kamu bisa konsultasikan dengan Tim Ourtale atau kunjungi Instagram, nih.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RELATED POSTS