Menjadi digital marketer sebenarnya penuh dengan hal-hal yang terlihat simple, tapi nyatanya sulit untuk dilakukan, seperti penentuan target market. Jika orang awam melihat hal ini sebagai sesuatu yang mudah untuk dilakukan, sebagai seorang digital marketer sebenarnya harus memperhatikan banyak hal, termasuk apa yang akan Mintale bahas di artikel kali ini. Yakni pain, need, dan juga want. Ketiga hal ini memiliki peran penting karena di dalam menentukan target market tidak bisa sembarangan. Oleh karena itu, simak artikel selengkapnya.
1. Penentuan Target Market: Pain

Pertama, ada pain atau keresahan yang dirasakan oleh target market. Sebagai contoh, kamu memiliki usaha di bidang FnB. Kamu pasti menargetkan orang dengan rentang usia atau mungkin taste mereka, bukan? Tapi sebenarnya tidak hanya itu. Kamu bisa melihat sisi keresahan orang lain juga, loh Utopians. Misalnya, orang-orang kesulitan untuk menurunkan berat badan, oleh karena itu, kamu membuat edisi makanan khusus untuk seseorang yang mau diet tapi tidak mau makan yang itu-itu saja. Caranya, kamu bisa menghitung kalori makanan dan juga penyedap rasa sehingga meskipun makan-makanan berat seperti daging pun tidak menjadi masalah.
Dengan memperhatikan keresahan orang lain, kamu bisa mendapatkan value atau nilai yang nantinya berimbas ke brand kamu. Ditambah lagi, orang lain akan bisa lebih mengenal brand kamu kalau kamu fokus untuk menyelesaikan masalah atau keresahan yang dialami oleh orang lain. Jadi, mereka bisa lebih mudah mengingat citra brand kamu.
2. Penentuan Target Market: Need

Selanjutnya ada need atau kebutuhan. Orang-orang pasti butuh sesuatu, bukan? Nah, manfaatkan hal ini untuk menentukan target market kamu agar lebih fokus. Contohnya, kamu merupakan owner bisnis pakaian, maka kamu bisa memanfaatkan momen penting seperti hari besar keagamaan untuk menjual produk dengan tema tertentu seperti lebaran atau natal. Nah, ketika berbisnis, kamu jadi akan lebih memahami bahwa di situasi tertentu, orang lain membutuhkan pakaian untuk mereka pakai di momen besar sehingga kamu membuat edisi pakaian khusus.
3. Want

Ketiga, ada want atau keinginan. Hal ini berkaitan dengan keinginan orang lain terhadap sesuatu untuk memenuhi gaya hidup mereka. Contohnya, untuk brand kosmetik, kamu bisa memproduksi skincare untuk menunjang penampilan wajah yang tampak lebih muda. Keinginan orang-orang yang mau tampak fresh dan terhindar dari kerutan akan membuat pemasaran kamu lebih fokus. Jika ada keinginan orang yang kamu akan penuhi, jadikan orang tersebut sebagai target market.
Penentuan target market jadi lebih terarah karena kamu tau brand kamu memiliki tujuan penjualan yang seperti apa. Jika target marketnya fokus, maka kamu akan lebih mudah menjual produk kamu karena penjualan tidak melebar dan justru nantinya akan membuat tujuan kamu jadi bias.
Nah, itu dia Utopians cara untuk menentukan target market. Jika kamu mengalami kesulitan di dalam menentukan target market, kamu bisa, loh untuk meminta bantuan Tim Ourtale. Kamu bisa kunjungi Instagram atau langsung hubungi Tim Ourtale.
Baca Juga: